IMPLEMENTASI METODE BAYESIAN DALAM PENJURUSAN DI SMA BRUDERAN PURWOREJO STUDI KASUS: SMA BRUDERAN PURWOREJO

Sendy Winanta, Yetli Oslan, Gunawan Santoso

Abstract


Penjurusan siswa kelas X SMA yang akan naik ke kelas XI bertujuan mengarahkan peserta didik agar lebih fokus mengembangkan kemampuan dan minat yang dimiliki. Strategi ini diharapkan dapat memaksimalkan potensi, bakat atau talenta individu, sehingga juga akan memaksimalkan nilai akademisnya. Penentuan jurusan akan berdampak terhadap kegiatan akademik selanjutnya dan mempengaruhi pemilihan bidang ilmu atau studi bagi siswa-siswi yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi nantinya. Jurusan yang tidak tepat bisa sangat merugikan siswa dan masa depannya.

Dalam skripsi ini dibuat sebuah sistem yang akan membantu dalam memberikan saran jurusan bagi siswa berdasarkan nilai yang dimiliki siswa dan dicocokkan dengan data-data nilai angkatan lama dengan menggunakan metode Bayesian Classification. Sistem dibuat dengan menggunakan program aplikasi Microsoft Visual FoxPro 9.0. Range nilai yang digunakan ada 2 yaitu range manual dan range dari box plot.

Keakuratan tertinggi dari hasil proses penjurusan dengan menggunakan range yang ditentukan secara manual berada pada range dengan interval 20 dan 25. Pada interval 20, angkatan 2009 mendapatkan sebesar 59 %, 2010 sebesar 66 %, 2011 sebesar 61 %. Sedangkan pada Interval 25, angkatan 2009 mendapatkan sebesar 62 %, 2010 sebesar 58 %, 2011 sebesar 54 %. Hasil proses penjurusan dengan menggunakan range yang dapatkan dari proses Box Plot rata-rata memiliki tingkat keakuratan lebih tinggi dibanding dengan range yang ditentukan secara manual. Pada range Box Plot, tingkat keakuratan angkatan 2009 adalah 62%, tingkat keakuratan angkatan 2010 adalah 63% dan angkatan 2011 adalah 66%. Untuk mengatasi siswa yang tidak mendapatkan saran jurusan karena terdapat atribut di tiap kelas yang probabilitasnya 0 dilakukan dengan cara mengambil nilai terendah pada mata pelajaran yang bersangkutan. Berdasarkan proses yang telah dilakukan, hasil penjurusan dengan cara tersebut rata-rata memiliki keakuratan lebih tinggi karena seluruh siswa mendapatkan saran jurusan tanpa terkecuali. Keakuratan tertinggi juga terdapat pada interval 20 dan 25. Pada interval 20, angkatan 2009 mendapatkan sebesar 58 %, 2010 sebesar 67 %, 2011 sebesar 58 %. Sedangkan pada Interval 25, angkatan 2009 mendapatkan sebesar 64 %, 2010 sebesar 64 %, 2011 sebesar 53 %


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.